Sunday, April 19, 2009

GENERAL ELECTION CAMPAIGN

Beberapa waktu yang lalu kita baru kita melewati pemilu untuk pemilihan calon legislatif. Pemilu yang katanya pesta demokrasi buat semua rakyat, sedikit banyak meninggalkan asa dan janji-janji bagi masyarakat. Sebelum pemilu dilaksanakan pada tanggal 9 april 2009, tentu saja para calon legislatif melakukan kampanye untuk menarik simpatisan-simpatisan yang akan memilihnya pada pemilu nanti. Tetapi satu hal yang menarik perhatian ialah, bagaimana cara mereka berkampanye, menjual diri mereka, mengumbar janji pada rakyat. Menurut pendapat saya cara yang di lakukan oleh para calon legislatif di negeri ini belumlah profesional. Semuanya masih dengan cara-cara lama yang tergolong primitif dan tidak inovatif. Mungkin beberapa partai seperti Gerindra, sedikit lebih inovatif dalam berkampanye, mulai dari iklan di TV sampai dengan mobile advertisement tidak heran jumlah simpatisan gerindra tergolong banyak yang datang saat kampanye pusat di gelora bung karno, sebanyak kurang lebih 200.000 orang yang mengikuti. Angka yang cukup luar biasa untuk sebuah partai yang baru berdiri seperti anura, bahkan partai-partai pioneer lainnya tidak semeriah kamanye gerindra contohnya partai demokrat, pada kampanye pusat nya saja, hanya sekitar 40.000 orang yang hadir.

Kampanye di negri kita tercinta ini selalu syarat dengan money politic. Pernah suatu kali saya melihat di sebuah acara berita yang mereportasekan seseorang yang berprofesi sebagai tukang becak mempunyai 20 buah kaos partai yang berbeda satu dengan yang lain nya. Dia juga mengakui bahwa elama kampanye ini mempunyai lahan pekerjaan baru. "yah lumayan mba, kalo partai yang besar ngasih nya 30.000an kalo partai yang ga terkenal paling gede cuma 20.000" ujar sang tukang becak. Lucu memang mendengarnya, bila kita hitung dengan jumlah partai yang mengikuti putaran pemilu legislatif ini, berarti tukang becak tadi mendapatkan penghasilan lebih dari 800.000 dalam jangka waktu 2 minggu. Sebuah nominal yang hampir mustahil ia dapatkan dari menarik becak dengan waktu sesingkat itu. Ya begiitulah ceritanya kalau kampanye di indonesia.

Tapi apakah anda semua pernah membayangkan bagaimana seharusnya kampanye pemilu yang sukses itu diselenggarakan???? Mungkin kita boleh mencontoh kisah sukses dibalik kampanye walikota sao paulo, brazil yang akhirnya terpilih kembali untuk menduduki jabatan tersebut.

No comments:

Post a Comment